Paroki St. Maria Tak Bernoda Rangkassitung

Sabtu, 30 Agustus 2014

Santa Maria Tak Bernoda "Pelindung Paroki Rangkasbitung"


Bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama
perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh
pilihan Allah yang mahakuasa karena pahala Yesus Kristus,
Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda
dosa asali (bdk DS 2803).

Sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan Gereja sejak tahun
1246 Gereja telah merayakan pesta Maria dikandung tanpa
noda yang diperingati setiap tanggal 08 Desember. Pada tahun
1854 Paus Pius IX menyatakan keyakinan dan kepercayaan
tersebut sebagai dogma atau ajaran resmi Gereja dan dengan
tegas Paus Pius IX menyatakan bahwa Perawan Tersuci Maria
sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar
biasa dan oleh pilihan Allah yang mahakuasa karena pahala
Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asali (bdk DS 2803).

Dalam dogma tersebut ditegaskan bahwa Maria, bunda Yesus Kristus, sejak dikandung dalam
rahim ibunya bebas dari cacat dosa asal dengan mengingat jasa Kristus, Putranya, dikemudian
hari. Penegasan ini tidak berarti bahwa Maria tidak memerlukan penebusan dosa, melainkan
bahwa Maria sudah ditebus sejak saat pertama keberadaannya. Mengenai dogma Maria
Dikandung Tanpa Noda ini, Konsili Vatikan II menegaskan sebagai berikut : Tidak
mengherankan bahwa di antara para Bapa Suci menjadi lazim untuk menyebut Bunda Allah
suci seutuhnya dan tidak terkena oleh cemar dosa manapun juga, bagaikan makhluk yang
diciptakan dan dibentuk baru oleh Roh Kudus. Perawan dari Nazaret itu sejak saat pertama

dalam rahim dikurniai dengan semarak kesucian yang sangat istimewa. (bdk LG 56).
Doktrin Infabilis Deus yang berbunyi : Kami mengumumkan, menyatakan dan menetapkan
bahwa doktrin yang mengatakan bahwa Perawan Maria yang terberkati, pada saat pertama
penghamilannya, oleh rahmat Allah dan hak istimewa yang diberikan oleh Allah Mahakuasa,
karena ia mengandung Yesus Kristus, dosa asal, merupakan sebuah doktrin yang diwahyukan Allah dan arena itu diyakini dengan teguh dan selama lamanya oleh semua orang beriman.

Seolah-olah untuk memperkuat dogma tersebut, empat tahun kemudian Maria menampakkan
diri kepada Bernadette Soubirous dalam gua di Lourdes. Setelah Bernadette meminta terus
untuk memberitahukan mengenai namanya, Maria berkata bahwa Saya adalah Perawan yang
Dikandung Tanpa Noda. Penampakan ini mempunyai pengaruh yang besar yaitu lebih dari
lima juta peziarah mengunjungi Lourdes setiap tahun yang menyanyikan Ave-Ave. Kepada
Maria yang tidak bernoda, beberapa orang mendapat kesembuhan fisik, sementara orang yang mendapatkan penyembuhan spiritual tidak terhitung jumlahnya.

Keistimewaan yang dimiliki Bunda Maria ini kemudian juga dipilih oleh Gereja Katolik
Rangkasbitung sebagai Bunda Pelindung. Nama Pelindung Santa Perawan Maria yang
dikandung Tanpa Noda saat ini lebih dikenal dengan nama Paroki Santa Maria Tak Bernoda
Rangkasbitung. Umat Paroki Rangkasbitung sepakat bahwa perubahan ini merupakan
dinamika perkembangan dan kebijakan Paroki, apa pun gelar Bunda Maria, Dia adalah wanita yang dipilih oleh Allah untuk kita muliakan sebagai Bunda Sang Juru Selamat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar